Kami Masih Melawan Asap

 

Puisi oleh Suharno 

Setiap hari kami mengutuki keadaan dan meratap. Pedih perih mata kami karena asap. Kering kerontang kerongkongan kami karena asap. Anak-anak tersekat dalam dinding rumah-rumah karena asap. Anak-anak sekolah belajar bersama udara menyengat. Para pekerja terpaksa menghirup asap supaya tetap dapur berasap. Udara-udara kami sekarang sudah mencekik leher. Merasuki kami dari bayi-bayi hingga orang tua megap-megap. Suara-suara kami parau karena asap tak berkesudahan. Ini seperti racun yang sengaja ditebar untuk menghukum rakyat. Rakyat yang tidak berdaya karena kekuasaan orang-orang terlaknat.

Seperti inikah udara di NKRI harga mati. Seperti inikah manusia diperlakukan di negara NKRI harga mati. Ataukah harga kematian kami yang murah dan tak berharga. Untuk sekadar mencari pembenaran, siapa benar dan salah? Bahwa Derita-derita kami karena asap adalah takdir Tuhan. Terimalah dan nikmati saja, ini biasa, tradisi saat berganti musim. Tahun demi tahun, generasi ke generasi, asap tetap disantap. Seperti hidangan yang dipaksa nikmat nyatanya seperti kiamat. Sementara wakil-wakil rakyat dan para pemimpin tetap dalam nikmat. 

Asap hanya untuk rakyat melarat, suara teriakan kami hanya seperti mayat. Suara tinggi hanya akan menuai petaka, dipukul mundur oleh aparat. Dianggap tidak beradap, melanggar aturan, dan disebut keparat. Pemimpin dan wakil kami tetap tak percaya kami sekarat. Mata-mata mereka buta akan kemanusiaan karena kursi empuknya. Jawaban-jawaban mereka seperti seremonial membuai angan-angan. Meyakinkan menghapus asap tetapi tidak ada penyelesaian.

Solusinya tetap pembagian masker gratis dan janji bualan. Hingga hujan datang memeluk dan berserah kepada Tuhan. Kami masih melawan asap sampai batas waktu yang tidak ditentukan 

Palembang, 25 Oktober 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s