Jadi Ayah itu Membahagiakan

Bahagia itu sederhana
Bahagia itu sederhana
Beruang raksasa
Beruang raksasa
Ikutan belajar
Ikutan belajar
Menanam bunga pasir
Menanam bunga pasir
Naik taksi anak
Naik taksi anak
TMII
TMII

image image image image image image

Bersosial
Bersosial

Liburan Desember 2014 merupakan liburan yang mengesankan untukku. 17 Desember — 5 Januari merupakan jadwal libur yang ditetapkan dari tempatku bekerja. 17 Desember aku langsung berangkat ke Jakarta dengan Citylink. Keberangkatanku juga sekaligus melepas kerinduan dengan istriku yang melanjutkan kuliah S-3 di Jakarta. Selama ia sekolah, kami harus berpisah untuk beberapa waktu sehingga intensitas pertemuan harus disesuaikan dengan hari kerja dan liburan. Sebagai seorang ayah liburan ini yang pertama aku bersama-sama keluarga, anakku, Nabil Muhammad dan istriku, Putri Cicilia Kristina. Usia anakku genap dua tahun saat 1 Januari 2015. Dia sangat aktif dan lincah. Sangat menyenangkan bersama dengannya saat liburan. Tingkah lakunya lucu dan menggemaskan. Dia sangat mudah bersosialisasi dengan teman sebayanya. Setiap bertemu dengan teman sebayanya, dia akan mengatakan “Adek” atau “kakak” walaupun kadang yang tua darinya dia panggil Adek dan yang muda darinya dia panggil kakak. Kadang, dia memeluk dan mengejar ingin mengajak bermain. Maksudnya sering tak tersampaikan dengan baik karena bicaranya menggunakan bahasa planet (baca:bayi) sehingga kadang aku harus menggendong dan biarkan dia menunjuk sesuatu yang diinginkannya agar tercapai maksud hatinya.

Wahana ikan air tawar
Wahana ikan air tawar

Jumat, 19 Desember 2014, aku mengajaknya ke KIDZANIA Jakarta wahana anak ini terletak di mall Pacific Place Jakarta. Pacific Place Jakarta adalah sebuah mal perbelanjaan yang terletak di Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan, Indonesia. Bangunan ini terbagi menjadi 3 bagian berbeda: mal Pacific Place bertingkat enam, pusat perkantoran One Pacific Place, dan tiga menara hotel The Ritz-Carlton Pacific Place. Semuanya dibangun pada 2005 dalam sebuah proyek senilai US$250 juta, tetapi dengan desain yang diubah. Mal dibuka bulan November 2007. Tiket masuk untuk satu anak ke Kidzania Rp90.000,00 orang dewasa Rp100.000,00 saat di dalam wahana anak bebas bermain apa saja sesuai dengan jumlah permainan yang dia dapat saat masuk. Sedangkan untuk balita hanya membayar Rp50.000,00 khusus balita ada permainan khusus yang sesuai usianya. Saat masuk kita akan disambut dengan karnaval anak-anak. Kidzania sangat mengasyikkan bagi anak-anak. Wahana yang dibentuk seperti replika kota dan didalamnya berbagai macam pengetahuan untuk anak-anak yang langsung bisa disimulasikan oleh anak-anak. Wahana ini mirip sekali dengan trans studio Bandung, hanya saja di transtudio Bandung tidak hanya anak-anak saja yang bisa menikmati permainan, melainkan orang dewasa pun bisa menikmati permainannya karena memang disediakan permainan yang ekstrim untuk orang dewasa.

Mengamati tingkah laku Nabil saat di KIDZANIA memang menyenangkan sekaligusn sangat menguras tenaga. Betapa tidak, saat anak-anak yang lain diam, Nabil tak pernah berhenti bergerak, berlari, dan selalu ingin mencoba apa yang dilihat. Aku sampai kewalahan dibuatnya. Dia seperti tak pernah merasa lelah. Namun, aku sangat senang dan bahagia, mungkin Nabil benar-benar menikmati liburan dan pengetahuan yang yang selama ini belum pernah dia lihat.
Minggu, 21 Desember 2014 aku mengajaknya ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ini yang kedua aku mengunjungi TMII, yang pertama saat aku masih bujang dan sudah cukup lama. Sehingga ketika aku datang kemari untuk yang kedua mengajak istri dan anakku agak terkejut juga. Betapa tidak, sepertinya wahana permainan untuk anak-anak dan di beberapa tempat, materialnya sudah cukup tua, berkarat dan berlumut. Memang TMII area wisatanya sangat luas, sehingga untuk mengunjungi objek wisata satu dengan yang lainnya diperlukan kendaraan khusus seperti: sepeda sewaan, motor (ojek), dan kendaraan umum khusus TMII (sayang, armadanya terbatas) sehingga cukup lama menunggu, belum lagi macet jika bulan-bulan liburan karena pengunjung yang membludak. Dengan segala keadaan yang mengecewakan di TMII, Nabil tetap saja senang dan ceria. Diperjalanan ketika dia melihat mainan yang disukainya, langsung main comot saja dan dimainkannya, sehingga barang mainan itu tidak jarang langsung rusak ketika dipegangnya, akhirnya mau tidak mau harus dibeli, aku hanya menghela nafas, untuk mainan itu tidak terlalu mahal. Ketika dia berada di wahana ikan air tawar. Dia begitu gembira melihat ikan-ikan yang berenang-renang di kaca, berlari kesan kemari melihat ikan-ikan yang beraneka ragam begitu menyenangkan, tak terlihat lelah di raut mukanya. Dia selalu tak ingin digendong. Sebagai ayah, aku sangat khawatir dia berlari-lari menaiki tangga, menelusuri setiap lorong kaca karena dia belum stabil dan tegap betul ketika berlari. Sampai-sampai aku kewalahan sendiri, dan sedikit memaksanya untuk duduk di stroler (kereta bayi) dan aku mulai mendorongnya. Dia sedikit memberontak, tetapi dengan sedikit membujuk dan memberikan pemahaman bahwa kita akan menuju ke wahana yang lain, dia pun mau. Tiba waktu zuhur, aku pun menunaikan salat. Di bawah pohon rindang kantin jajanan, istriku menyiapkan makan untuk nabil. Dengan kesal, istriku mengajak Nabil untuk menghabiskan makanannya. Nabil memang agak susah kalau diajak makan. Dia suka dan memberontak dan memalingkan mulutnya seraya berakata “mok”, berlarian kesana kemari sehingga makan pun kadang harus kejar-kejaran dulu dan sedikit dipaksa baru mau makan. Istriku sering kesal dengan tingkah laku Nabil seperti ini. Sedangkan aku paling bereaksi membujuk Nabil agar mau makan banyak dengan bernyanyi seperti ini:
“Mamamnya banyak-banyak…”
“Minumnya banyak-banyak…”
“Nabil anak pintar…disayang mami-papi…”
“Nabil anak soleh…disayang oma-opa…”
“Horeeee…. Nabil anak sehat…” Muacah…(langsung dicium)
Angin yang berhembus di bawah pohon rindang itu memberikan kesejukan yang berbeda sehingga Nabil mulai mengantuk dan perlahan dia tertidur. Pikirku, kami harus segera pulang. lagian, liburan ini sebenarnya hanya untuk Nabil, penat kami hanya hilang jika Nabil ceria.