Sajak Ibu Tua

Kisah manis air dogan
Kisah manis air dogan

Duhai ibu yang duduk di pinggir jalan, dengan separuh tubuh yang sudah mati

Hanya untuk beli nasi uduk sarapan pagi, engkau rela berjalan mengesot sendiri

Di mana anak lelakimu yang tambun itu, yang besar karena susumu,

apa masih terlelap dalam mimipi dalam dingin embun pagi!

Di mana anak gadismu yang cantik itu, yang ayu karena kasihmu,

Apa masih sibuk bersisir dan mempersolek diri!

dengan tubuh setengah mati, engkau masih sibuk memasak untuk anakmu

dengan tubuh setengah mati, engkau masih sibuk membeli nasi untuk anakmu

walau dengan separuh tubuh, dan rambut kian putih, kasih sayangmu tetap penuh

engkau tak peduli walau anak-anakmu tak tau diri

kasih ibu sepanjang hayat, sampai nanti ke liang Lahat

Kasih ibu tak terbalas, walau dengan segunung emas

Kasih anak hanya sebatas kata hilang tanpa perbuat

Memelas ikhlas

Memelas ikhlas
Memelas ikhlas

Mengapa?

hatiku jauh…

padahal Engkau dekat

Tuhan, jadikan hatiku menerima

Aku memelas kasih-Mu

segala yang Engkau beri tak terperi

Mengapa?

Aku ragu, sedangkan engkau Maha Kaya

Tuhan, jadikan Hatiku ikhlas

dengan sedikit apa yang kuberi

dalam renung aku berharap lepas

dari segala belenggu dengki