Surat untuk Jokowi Presiden Ke-7

Kepada Pak Jokowi
di Tempat

Asalamualaikum… Wrwb.
Salam hormat Pak…

Sejak mengenal nama Pak Jokowi dari televisi dan surat kabar, sejak bapak menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta ada kecemburuan di hati rakyat pada Solo dan Jakarta. Mengapa di kota kami belum ada pemimpin seperti bapak, pemimpin yang benar-benar merasakan penderitaan rakyatnya dengan melihat dan mendengar langsung keluhan rakyat. Pemimpin yang dekat dengan rakyat. Pemimpin yang prihatin akan permasalahan rakyatnya. Kesederhanaan bapak menggugah hati nurani untuk mengatakan bahwa bapak lah yang pantas menjadi pemimpin Indonesia ditengah-tengah kehidupan para pejabat Pemerintah yang hedonis. Rakyat sangat rindu sosok pemimpin seperti bapak. Di tengah-tengah krisis moral yang melanda Indonesia, seakan-akan para pemimpin dan pejabat tak peduli dengan permasalahan rakyat. Mereka selalu berbicara keprihatinan dan kesejahteraan kepada rakyat, tapi mereka sendiri yang melakukan korupsi dan bergaya hidup seperti pembesar yang selalu minta dilayani nihil teladan. Bapak Jokowi, hadir dengan penuh ketulusan dan kesederhanaan dalam memimpin. Bapak seperti membuka harapan baru bagi rakyat yang pesimis dan putus asa melihat kelakuan para pejabat Pemerintah di Indonesia. Setiap kali ada pesta demokrasi baik pemilihan calon legislatif, pemimpin daerah, dan Presiden, rakyat merasa tak ada gunanya dan tak akan membawa perubahan untuk Indonesia karena selalu rakyat menemui cara-cara kotor dan tak terpuji yang dilakukan oleh para timses untuk memenangkan kompetisi dalam meraup suara. Namun, ketika bapak terpilih menjadi pemimpin di kota Solo dan Jakarta dengan perolehan suara yang luar biasa walau tak banyak partai politik yang mendukung. Rakyat benar-benar yakin bahwa bapak pemimpin yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat, bukan dari partai politik yang hanya mementingkan kepentingan partai dan golongan dan selalu mengatasnamakan rakyat. Saya juga meyakini akan banyak pemimpin yang baik akan lahir setelah bapak memimpin negara ini. Negara ini perlu keteladanan!

Pak Jokowi, Rakyat berharap bapak jangan pernah berubah setelah terpilih jadi Presiden nanti. Tetaplah dekat dengan rakyat dan selalu mendengar keluhan dan penderitaan rakyatmu. Rakyat ingin negara ini menjadi negara yang sejahtera, bukan hanya untuk para pejabatnya saja melainkan rakyatnya juga. Karena engkau lahir dan dibesarkan oleh rakyat yang ingin Indonesia berubah. Bawalah bangsa ini menuju peradaban yang bermartabat. Hapuskan korupsi yang merajalela. Satukanlah perbedaan kembali ke dalam Bhinneka tunggal Ika yang hampir pudar. Semoga revolusi mental yang bapak bawa dan telah bapak contohkan kedalam cara kepemimpinan bapak dapat menjadi virus yang senantiasa merasuki jiwa rakyat Indonesia untuk selalu optimis, tolong menolong, dan gotong royong menatap masa depan Indonesia yang lebih baik. Saya sangat memahami bahwa memimpin negara ini untuk keluar dari setiap permasalahan yang mendera bangsa tidak semudah membalik telapak tangan, tentu butuh waktu dan proses yang sangat panjang. Namun saya juga meyakini demokrasi cara baru yang bapak bangun dan bapak contohkan dalam pengalaman bapak memimpin membuka semangat baru untuk Indonesia menjadi hebat dan kuat. Bapak bagi rakyat adalah pemimpin yang langka dan belum pernah ditemukan di negara Indonesia tercinta ini. Bapak adalah Pemimpin perubahan! Pak… JANGAN KHIANATI KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN RAKYAT. Rakyat selalu mendoakan, semoga bapak selalu diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT untuk memimpin bangsa ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bapak dari orang-orang yang tidak senang kepada bapak dan lawan-lawan politik yang ingin menjatuhkan kredibilitas bapak dan memecah belah persatuan bangsa. Dan semoga Allah membuka mata hati mereka bahwa Allah telah menghadirkan bapak di tengah-tengah bangsa ini untuk menjadi perenungan bersama. Amin.

Salam tiga jari untuk kedamaian Indonesia!

IMG_2271.JPG

Setia

image image image image imageMatahari berjalan menemui kita

Saat angin sore mulai cemburu

Beralas alam dia mengutip tanda

Selalu ada hujan untuk rerumputan

Yang tersemat dalam setiap mata

Yang terurai dalam setiap tawa

Yang tercurah dalam setiap makna

Tidak ada anugerah sebaik sahaja

saat harap selalu bersama