Pilih Aku, Tuhan… .

 

 

Lebaran 1435 H

Lebaran berkesan di tahun ini… Senin, 28 Juli 2014. Semangat untuk salat Tarawih jadi berlipat di tahun ini, nyesel rasanya kalau sampai tidak ikut salat di masjid. Tahun ini, di masjid kompleks kami, pengurus masjid mendatangkan  para Hafiz Quran untuk menjadi Imam selama sebulan. Ada enam orang Hafiz yang masih sangat muda-muda dan masih bujang (perjaka). Mereka mengimami secara bergantian. Inilah barangkali yang menginsipirasi jemaah sehingga sampai akhir Ramadan tarawih masih banyak jamaahnya. Sungguh mulia para Hafiz ini. Insyaalah tahun depan mereka akan mengimami kembali.

Aku sempat sakit di awal puasa selama dua hari, tapi puasa tetap jalan dan alhamdulilah puasa bisa selesai penuh. Semoga Allah membimbing dan mempertemukan ku lagi di Ramadan-Ramadan berikutnya. Usia anakku menginjak sembilan belas bulan, dia hampir sepanjang sahur ikut menemani. Ini juga hal yang sangat membahagiakan hati, dia selalu bangun ketika sahur. Kadang, dia ikut dengan mengacak-acak makanan sampai berantakan dimana-mana, tapi hatiku senang terhibur dengan tingkah lucunya. Teriakan istriku untuk mencegah kadang tak digubris, apalagi bicaranya juga belum jelas. Sama, saat berbuka tambah kacau dibuatnya, sampai aku harus merelakan satu cangkir terpecah yang ia tendang, gara-gara dilarang mengaduk-aduk cuka pempek. Hahaha… . Yang paling sedih Ramadan tahun ini aku belum bisa khatam AL-Quran. Dan ada satu hal yang tak ingin ku ceritakan. Biarlah aku ceritakan kepada Allah saja.

Ramdan tempat belajar menjadi pribadi yang penyabar. Bukan sabar ada batasnya, melainkan sabar tanpa batas. Sabar dalam menghadapi segala hal yang bisa memengaruhi gejolak jiwa. Memang tidak mudah, susah, tapi harus bisa menjadi pribadi penyabar dan bersyukur. Apalagi Ramadan bulan paling baik dari seribu bulan semua perbuatan baik yang diperintahkan oleh Allah diganjar dengan pahala berlipat-lipat. Jadi, sangat rugi apabila kita sebagai umat muslim tidak menjadikannya bulan pertaubatan dan penyesalan karena Ramadan bulan ampunan.
Lebaran tahun ini emak alhamdulilah sehat, walau umurnya sudah 60 tahun. Garis kerut di wajahnya menandakan bahagia, apalagi sepuluh anaknya berkumpul untuk merayakan Lebaran bersama. Mak… Semoga sehat selalu ya… Doa kami anakmu selalu menyertai dan berharap Allah selalu merahmati dan melindungi. Terimakasih banyak Mak… Jelas kami tak akan mampu membalas segala kebaikan dan keikhlasan emak dalam membesarkan kami dan mendidik kami.

Di hari raya ini, Aku ingin mencoba menulis puisi lagi, hanya untuk mengenang Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Pilihlah aku, Tuhan

Tuhan aku tau, dan entah mengapa menyesak, 
Setiap membaca Alquran, semangat khatam masih dikalahkan kantuk,
Setiap salat, tekatku tepat waktu masih dikalahkan letih,
Setiap istigfar dalam lafaz tiap hari, masih saja terselip amarah,

Tuhan aku tahu iman ku lemah dan jauh!
Tuhan aku juga tahu Engkau maha menghendaki siapa berhidayah,
Tuhan aku sangat tahu pilihan ada di tanganmu,
Walau pencarian ku begitu berat dan berliku…

Pilihlah aku, Tuhan…
Aku hanya ingin Engkau sudi memlih ku, seperti orang-orang pilihan-Mu…
Hanya dengan cara-Mu… Belas kasih-Mu
Aku Kembali fitri,

Pilihlah aku, Tuhan…

walau harapan ini  seperti mencari air di padang pasir

20140729-103335-38015527.jpg

20140729-103335-38015253.jpg

20140729-103335-38015810.jpg

20140729-103336-38016065.jpg