Anak Indonesia dalam Bahaya

Tercecer di jalan
Kunci jawaban UN 2014 yang tercecer di jalan http://www.jawapos.com/baca/artikel/876/70-Kasek-Guru-Berkomplot-Curi-Soal-Unas
Mengarang indah di dinding WC sekolah
Mengarang indah di dinding WC sekolah
Seandainya pendidikan mengarsiteki jiwa mungkin tak ada tulisan ini di dinding
Seandainya pendidikan mengarsiteki jiwa mungkin tak ada tulisan ini di dinding
Sumber foto Wikipedia
Korban sodomi (sumber foto Wikipedia)
Di tulis di dinding WC salah satu sekolah
Bahasa kotor seorang  siswa di  dinding WC  (baca dengan cermat)

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya dilindungi oleh negara. Anak-anak sebagai tulang punggung kemajuan negara di masa depan. Bagaimana  peradaban dan kemajuan bangsa di masa depan  bisa dilihat dari sejauh mana negara melindungi dan memfalitasi generasi mudanya dalam mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus segera mengambil tindakan dan mengevaluasi secara mendalam dengan melibatkan para pakar pendidikan yang terbebas dari ikatan politik sehingga pendidikan di Indonesia kembali kepada hakikatnya. Bahwa pendidikan harus dikembalikan pada visi dan misi luhur, yaitu membentuk jiwa dan kepribadian yang bermoral serta berintegritas, setelah itu, barulah melihat aspek kognitif anak. Artinya konsen pengembangan generasi muda tidak hanya terfokus pada angka-angka atau nilai. Hal ini bisa tercapai apabila sistem pendidikan Indonesia benar-benar terbebas dari kebijakan-kebijakan politis yang hanya mementingkan kepentingan pencitraan tanpa menganalisis latar belakang budaya Indonesia yang begitu kompleks. Berbagai kasus yang memperlihatkan moral pendidik dan anak didik di berbagai media merupakan indikasi bobroknya pendidikan di Indonesia. Kasus seperti tawuran antar pelajar, jual beli kunci UN (sampai sekarang tetap terjadi), pergaulan bebas, dan pelecehan seksual, tetap terjadi bahkan mengalami peningkatan. Sebenarnya, sebagian pejabat pengambil kebijakan tahu akan indikasi bobroknya pendidikan di Indonesia, tetapi karena semua kebijakan bersandar pada keputusan politis sehingga permasalahan yang muncul selalu ditutup-tutupi kebenarannya demi citra pemerintahan di mata masyarakat dan bangsa lain.  Lanjutkan membaca “Anak Indonesia dalam Bahaya”