Aroma sayang

20140212-085440.jpg

Sudah seribu kali kau ku ciumi
Tapi aroma mu tetap tak hilang
Merayu selalu untuk pulang
Sayang…
Kasih sepanjang jalan wajah mungil terbayang
Berdendang riang menyambut ku datang
Sayang…
Lelah hilang terbang melayang
Terhapus oleh senyum mungil
Langkah kecil berlarian menghampiri datang
Oh…bahagia indah terbentang

Rabu,12-02-2014

20140212-085457.jpg

Mengenang Kampung Sawah

perahu impianmenunggu bumi tersenyuk kembali

Hampir semua siaran televisi yang tayang memberitakan banjir Jakarta pada Januari 2014. Ibu kota Indonesia itu menjadi sorotan karena menjadi pusat banjir.  Bayangkan, ibu kota mana di dunia ini yang pernah banjir? Jawabnya Mungkin hanya Indonesia. Kota besar yang menyandang predikat metropolitan itu hampir menjadi langganan banjir. Belum lagi, bencana banjir yang melanda di berbagai provinsi lainnya. Sebut saja Manado, salah satu provinsi yang mengalami musibah banjir bandang terparah pada 15 Januari 2014. Tidak berlebihan jika head line di berbagai media menyebut “Indonesia Darurat Bencana” karena memang anomali cuaca sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Peristiwa-peristiwa alam seperti Gunung meletus, tanah longsor, dan gempa bumi semakin sering terjadi di berbagai provinsi. Terakhir Gunung Sinabung memuntahkan awan panas di bulan Januari 2014  menewaskan 15 orang setelah letusan pertama di bulan Desember 2013.
Mengapa semakin banyak terjadi bencana di muka bumi khususnya Indonesia? Barangkali banyak orang pintar, analis lingkungan, politikus sampai para ulama akan menjawabnya dengan pemahaman, ilmu, dan teori yang sangat retorika. dalam menjawab pertanyaan ini. Berbagai jawaban dan analisis tingkat tinggi akan kita temui diberbagai media.
Pemahaman yang paling sederhana adalah bahwa bumi ini adalah benda (material) dan apapun yang berbentuk benda (material) akan mengalami perubahan sesuai dengan kondisinya. Kondisi material tidak akan tetap seiring perkembangan seperti waktu pertama kali diciptakan. Artinya, kita hanya menunggu kapan bumi ini akan mengalami perubahan terparah karena semakin melemah. Atau kita punya cara agar bumi tidak melemah karena usia dan waktu yang semakin menua. Mari merenung sejenak.

Lanjutkan membaca “Mengenang Kampung Sawah”