Drama sebagai Model Pembelajaran abad 21

DSCN1423Saat ini, Pengaruh media cetak dan elektronik begitu kuat terhadap perkembangan anak. Media cetak maupun elektronik banyak menyediakan berbagai macam informasi (internet, google, dll.) dan tontonan (sinetron, film, dll.). Informasi dan tontonan sangat mudah diakses. Ini menyebabkan anak dibawah kendali teknologi sehingga anak berkembang di luar kontrol orang tua dan guru. Pengawasan yang bersifat preventif salah satu solusi yang di tawarkan. Namun, pencegahan seharusnya harus terpusat dari dalam diri anak bukan berpusat dari luar diri anak. Anak cenderung berkembang sesuai apa yang dilihat dan dibacanya, kemudian akan terekam dan teraplikasi dalam kehidupannya, baik dalam prilaku, pergaulan, dan gaya hidup. Perkembangan jiwa anak yang cenderung ingin tahu dan mencoba, serta labil dalam memutuskan hal yang baik untuk diri sendiri mengakibatkan anak mudah terpengaruh arus modernisasi dari globalisasi. Disinilah peran orang tua dan guru, serta masyarakat untuk mengawasi dan mencegah dampak globalisasi dari sudut perkembangan teknologi pada anak. Lanjutkan membaca “Drama sebagai Model Pembelajaran abad 21”

Perbedaan antara Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

20121101_081549-422320681Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Lanjutkan membaca “Perbedaan antara Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran”

Cari Pemimpin Kita dengan Akal Sehat

perahu impianKita telah melewati suasana reformasi sejak runtuhnya rezim Orba tahun 1998, tetapi apakah ada perubahan yang mendasar yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Berbagai permasalahan yang mendera rakyat tetap saja menghiasi berbagai media cetak maupun eletronik. Mulai dari permasalah pendidikan, kesehatan, ekonomi  hingga konflik horizontal anatarsuku tetap menjadi penghias perjalanan reformasi. Sepertinya makna reformasi yang berorintasi pada perubahan hanyalah sebagai jargon bagi penguasa untuk mencari simpatik rakyat. Tak banyak perubahan yang dialami bangsa ini. Walaupun harus kita akui pemerintah telah berkerja keras mereformasi sistem birokrasi untuk kepentingan rakayat. Namun, pada kenyataannya tetap saja pelayanan publik menjadi sorotan masyarakat karena masih banyak terjadi pelanggaran. Dari sistem demokrasi kita berharap lahir pemimimpin yang benar-benar mewakili rakyat untuk kesejahteraan tidak sebatas retorika belaka. Bukankah tujuan demokrasi itu adalah sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan kesejahteraan rakyat bukan untuk kepentingan sebagian golongan yang mendompleng penguasa.

Jika kita hitung, sejak reformasi 1998 hingga sekarang, kita sudah mengalami pergantian kepemimpinan nasional sebanyak lima kali. Setelah reformasi, pemimpin yang lahir dari sistem demokkrasi, diplih secara langsung oleh rakyat tetap saja belum mampu menuntaskan permasalahan bangsa yang begitu komleks ini. Reformasi 1998 sampai sekarang sudah melangkah sangat jauh. Namun, reformasi demokrasi belum mampu menyelesaikan permasalahn bangsa, justru sebaliknya mengalami kemunduran. Korupsi menjamur, kolusi dan nepotisme tetap langgeng. Money politik, rusuh Pilkada, komflik perebutan lahan, konflik agama, Bahkan penyakit mental hingga krisis moral wakil-wakil rakyat kita membuat kekebalan tubuh negara bangsa ini terus melemah.

Lanjutkan membaca “Cari Pemimpin Kita dengan Akal Sehat”

SENI BUDAYA MEMBUDAYAKAN MASYARAKAT

20140508-133636.jpg

peta, senior tripMengikuti semiloka guru seni  budaya  yang diadakan sanggar seni  “Lepus” Palembang kerjasama “AGSSUS” (Asosiasi Guru Seni Budaya Sumatera Selatan)  untuk TK, SD, SMP dan SMA negeri dan swasta se-kota Palembang yang digelar selama dua hari, terhitung sejak Senin (13/4) hingga Selasa (14/4) di aula SMK Negeri  6 Palembang merupakan sebuah kesempatan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran seni budaya di sekolah-sekolah. Acara di hari pertama diisi dengan pengenalan seni musik, tari, teater dan seni rupa. Di hari kedua acara diisi dengan work shop seni yang masing-masing dibagi menjadi empat kelas yaitu, seni musik, tari, rupa, dan teater. Tema  semiloka itu sendiri, yaitu untuk meningkatkan kreativitas guru di sekolah sebagai Pembina insan cendikia. Seni budaya yang menjadi acuan dalam semiloka ini dibagi menjadi empat seni, yaitu seni musik, seni tari, seni teater dan seni rupa. Pembicara semiloka itu diisi oleh para pembicara yang berkompenten dibidangnya masing-masing. Seperti pemaparan makalah seni musik yang dipaparkan oleh bapak Tugiyo, S.Pd., M.Sn. yang membahas tentang “praktek komposisi sebagai salah satu alternatif menghadapi dilema pendidikan musik pada masa kini”. Menurutnya,  perlu sebuah metode pemelajaran seni musik yang cocok dengan siswa sehingga timbul minat  siswa terhadap seni musik walaupun itu harus sedikit bertentangan dengan kurikulum yang ada. Kemudian,  pemaparan seni tari yang dipaparkan oleh Yulie sudartati S.Pd., M.Sn. yang mengangkat tema “Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” yang  intinya memberikan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh guru yang akan mengajarkan seni gerak di kelas, diantaranya: menyiapkan diri, membuat persiapan, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Di dalam penutup pemaparan beliau menyatakan bahwa pembelajaran seni gerak kesenian dapat dilakukan oleh semua guru karena modal utama kegiatan ini adalah ‘gerak’ yang dibuat berseni. Lain lagi pemaparan yang dipaparkan oleh Sartono, S.P.d, M.Sn.yang menyoroti realita sekarang terutama dunia anak yang setiap hari dihadapkan dengan tontonan dari televisi (acara-acara seni) sehingga kedahsyatannya mampu menjangkau metafora dunia hanya dengan menekan remot. Maka perlu adanya upaya yang harus dipersiapkan untuk menindak lanjuti program apresiasi seni di sekolah melalui tari pendidikan untuk semua siswa. Pemaparan seni teater yang sebenarnya ditunggu-tunggu karena seni ini adalah multidimensi menurut peserta karena semua cabang seni masuk kedalamnya, tapi sayang Indrajaya, S.Sn selaku pembicara seni teater tak sempat menampilkan makalahnya, tetapi dalam pemaparan singkatnya, beliau memberikan kebebasan kepada anak didik untuk berafresiasi dengan seni teater sedangkan guru hanya sebagai motifator dan pembimbing. Yang mendasar dari masalah seni teater ini peserta menanyakan apakah diperlukan kurikulum khusus untuk siswa karena dalam pembelajaran bahasa juga diajarkan  seni drama. Sedangkan dalam pemaparan makalah seni rupa yang dipaparkan oleh Suharno,MBA hanya membahas tentang teori seni rupa.

Lanjutkan membaca “SENI BUDAYA MEMBUDAYAKAN MASYARAKAT”

Senior Trip Jakarta–Bandung 14–16 Mei 2013

teacher, senior tripSenior Trip merupakan program tahunan yang diadakan SMAN Sumsel (Sampoerna Academy) kepada siswa-siswi kelas tiga yang telah melaksanakan ujian nasional. Senior trip bertujuan  memberikan semangat dan penyegaran kepada siswa-siswi setelah berusaha dan belajar keras dalam mempersiapkan ujian nasional. Senior trip, perjalanan mengunjungi kota Jakarta–Bandung diisi dengan wisata sejarah, alam, dan belanja, serta pendidikan dengan mengunjungi salah satu universitas ternama di Jakarta. Delapan puluh enam siswa-siswi yang berasal dari berbagai kabupaten Sumatera Selatan dan beberapa siswa dari provinsi Kalimantan, Sumatera Barat, dan Aceh ini sangat antusias mengikuti senior trip. Mereka sangat senang dan bergembira. Ini terlihat dari raut wajah mereka yang sumringah ketika di perjalanan. Antusiasme ini juga terlihat dari kesiapan mereka. Siswa-siswi ini sudah jauh-jauh hari telah menabung untuk bekal mereka di perjalanan. Mereka mengordinir uang tabungan senior trip di setiap kelas. Padahal, semua biaya tiket pesawat, bus, pulang-pergi, biaya makan, penginapan di hotel di tanggung pihak sekolah.

Perjalanan hari pertama Selasa, 14 Mei 2013 dengan awal keberangkatan pukul 04.00 dari sekolah. Siswa-siwa dari asrama sudah berisap-siap pukul 03.30. Siswa-siswi sudah dibagi kedalam delapan kelompok untuk mempermudah pengawasan dan koordinasi di lapangan. Setiap kelompok dikoordinir oleh guru yaitu: Pak Suharno, Ariansyah, Eko Valerry, Miftah, dan Ibu Selly Kharisma Putri, Mellyda Eka Putri, Nana, Ria serta kepala sekolah selaku penanggung jawab, Ibu Erma Retnowati ikut mendampingi keberangkatan siswa-siswi.

Pukul 04.30 pagi rombongan sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Namun, sampai di bandara,  tidak satu pun petugas bandara terlihat. Suasana masih tampak lengang. Lalu, Rombongan menunggu di pelataran bandara. Siswa-siswa yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kelompok  mengatur dan menunggui barang bawaan serta tas anggota regunya. Sebagian, siswa melaksanakan salat subuh secara bergantian. Perwakilan Wilis Tour and Travel, Mas Ardi membagikan tiket pesawat kepada rombongan senior trip. Pembagian tiket secara acak, tidak berdasarkan nama, karena untuk menghemat waktu. Yang penting ketika di pesawat, duduk berdasarkan tiket pesawat yang di dapat. Ini karena 60% penumpang terisi oleh rombongan senior trip.  Pukul 05.20, barulah petugas bandara membuka pintu utama. Rombongan masuk dengan tertib langsung menuju pesawat Lion JT 0331. Boarding time 05.30 tertunda sampai pukul 06.00 pesawat flight menuju Jakarta.

 Pukul 07.30 pesawat landing di Jakarta. Mas Kholik dan Mas Budi dari Wilis Travel sudah menunggu. Rombongan menunggu bus yang akan membawa kami ke kota Bandung. Dua bus pariwisata yang disewa pihak travel selaku vendor senior trip menyatakan masih dalam perjalanan. Sembari menunggu, siswa-siswi memanfaatkan momen dengan berfoto bersama di bandara. Mereka memasang aksi dan bergaya mengabadikan setiap momen yang ada. Keceriaan menggelantung disetiap wajah siswa, tak terlupa juga di raut wajah guru-guru pendamping. Pukul 08.00 tepat, dua bus pariwisata datang. Siswa-siswi dan guru di bagi ke dalam dua bus. Rombongan mulai meletakkan tas di bagasi bus agar muatan kendaraan tidak sesak dengan barang bawaan. Sarapan pagi pun di bagikan oleh pihak Wilis Travel, rombongan menyantap sarapan pagi di bus. Perjalanan menuju bandung berlanjut dengan pemandu perjalanan bus 1 Mas Kholic, bus 2 Mas Ardi. Dia menceritakan sejarah jalan tol yang kami lalui dan sejarah gedung bertingkat di Jakarta. Mas Kholic sangat pasih menceritakan semua yang belum kami ketahui. Pada awalnya perjalanan cukup lancar, tetapi memasuki gerbang tol berikutnya kami mulai terjebak macet. Begitulah kota Jakarta, Macet sudah menjadi pemandangan yang biasa di Ibu kota.

Pukul 11.30 kami sudah memasuki kawasan Bandung. Rumah makan Sundanese dan Chinese food  Wibisana Sukajadi Bandung menjadi tempat berlabuh kami untuk makan siang. Terlihat juga bus rombongan wisatawan asal china bersamaan dengan kami memarkirkan bus di depan rumah makan. Rumah makan dengan nuansa Sunda ini lebih menonjolkan gaya tradisional dengan kursi dan meja berbahan material bambu dan kayu, serta di padu penerang lilin dan gemercik air di sudut ruang menambah suasana alam di dalam ruangan. Namun, suasana indah ini sedikit terkacaukan dengan kejadian demo para karyawan yang mogok kerja meminta kenaikkan gaji. Pelayan restoran ini berkerja dengan separuh pelayan saja yang masih setia berkerja. Ini berimbas pada pelayanan, sehingga penyajian memakan waktu yang cukup lama. Namun, nikmat hidangan ikan goreng, cumi asam manis, sayur kangkung dan lain-lain mengobati kekecewaan kami. Sangat disayangkan kejadian ini di tengah-tengah turis mancanegara dan domestik yang datang membanjiri rumah makan.

Pukul 13.00 dari rumah makan Wibisana dilanjutkan wisata ke museum geologi. Pukul 13.30 kami tiba di musium geologi. Di sini, kami mempelajari bagaimana bumi ini terbentuk jutaan tahun yang lalu. Hewan-hewan yang hidup di masa purbakala. Batu-batu yang menjadi objek penelitian. Pelajaran yang berharga dari kunjungan ke musium ini adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap hewan, lingkungan dan bumi yang semakin hari usianya semakin tua. Kewajiban kita untuk melestarikan alam dan bumi ini agar anak cucu kita dapat menikmati dunia lebih baik dari kita bukan sebaliknya kita akan melihat generasi selanjutnya mewarisi alam dan bumi yang tercemar dan perlahan-lahan hancur sehingga membunuh manusia itu sendiri.

Pukul 14.30 perjalanan kami berlanjut ke Trans Studio Bandung. Salah satu wahana hiburan dan mall terbesar di kota Bandung milik Trans Corp. Pimpinan Khairul Tanjung. Pukul 15.30 kami tiba di Trans Studio Bandung. Kedatangan kami, disambut teriakkan histeris penumpang jet coster yang lintasannya cukup tinggi dan meliuk-liuk di depan gedung trans studio berlatar gorila raksasa. Ini sangat menguji nyali kami. Gedung dua lantai yang berisi wahana hiburan dan mall serta restoran sangat memanjakan pengunjung. Seting bernuansa bangunan-bangunan kota di Eropa memberi kesan yang berbeda ketika memasuki wahana hiburan. Ditambah pelayanan dari petugas wahana hiburan yang ramah membuat kami merasa nyaman. Saat itu pengunjung sangat ramai, Trans Studio dipadati anak-anak, muda-mudi, remaja, para pelajar, dan keluarga yang sedang liburan. Pengunjung disuguhi permainan yang menghibur sampai permainan yang memicu adrenalin dan mendebarkan serta perlu keberanian. Ada juga pergelaran konser musik yang dimeriahkan oleh dance yang energik.  Tidak ketinggalan pengunjung dihibur dengan karnaval tokoh-tokoh kartun dan pawai kendaraan yang dihiasi dengan gemerlap lampu. Hampir lima jam menikmati wahana hiburan di Trans Studio, Kami sangat terhibur dan puas. Beberapa diantara kami mengalami mual dan pusing setelah bermain wahana permainan jet coster, vertigo, dan sebagainya. Betapa tidak, sekali bayar tiket bisa bermain sepuasnya ketika di dalam wahana tanpa di pungut biaya lagi. Sehingga kami kadang bermain berulang-ulang menikmati permainan sampai merasa puas. Pukul 19.30 kami menuju hotel Amaris Bandung di jalan Cihampelas. Pukul 20.00 kami sampai di hotel. Perasaan sangat lelah baru terasa setelah beristirahat di kamar hotel. Sebagian dari kami langsung istirahat dan tertidur, ada juga beberapa siswa menikmati malam dengan jajan di pinggiran jalan Cihampelas menikmati suasana malam, serta nongkrong di citywalk mall di pinggiran jalan cihampelas. Hari pertama di bandung membawa kami pada cerita berbingkai.

Keesokan harinya, Rabu 15 Mei pukul 06.30 kami sudah disuguhi sarapan oleh pihak hotel. Sarapan dengan berbagai menu makanan seperti: nasi goreng, nasi uduk, mi goreng, roti bakar, omlet, dan bubur ayam serta minuman hangat dan dingin pun tersedia. Kami semua tampak menikmati hidangan yang tersedia. Selang beberapa saat, Ibu Erma Retnowati selaku kepala sekolah membagikan sarung kepada siswa laki-laki dan telekung kepada siswa perempuan sebagai hadiah dan cendramata. Kemudian, Ibu Erma langsung berpamitan untuk pulang ke Palembang karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Walaupun Pesawat Bandung–Palembang flight pukul 10.00, tetapi Beliau tidak ingin terlambat dan tergesa-gesa sehingga harus ke bandara lebih awal.

Pukul 08.00 perjalanan berlanjut ke wisata sejarah. Kami mengunjungi museum Konfrensi Asia Afrika yang terletak di jalan Asia Afrika Bandung No. 65. Pukul 08.30 kami disambut pihak museum. Museum Konfrensi Asia Afrika yang berisi kisah perjuangan negara-negara Asia-Afrika yang ingin membebaskan diri dari belenggu penjajahan negara-negara adikuasa serta menjaga ketertiban dunia.  Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 1955 mencapai kesuksesan besar, baik dalam mempersatukan sikap dan menyusun pedoman kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika maupun dalam ikut serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia. Konferensi ini melahirkan Dasa Sila Bandung yang kemudian menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan memperoleh kemerdekaannya dan yang kemudian menjadi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Kesuksesan konferensi ini tidak hanya tampak pada masa itu, tetapi juga terlihat pada masa sesudahnya, sehingga jiwa dan semangat Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu faktor penting yang menentukan jalannya sejarah dunia. Di museum ini jiwa nasional kami terasah kembali. kami banyak belajar bahwa perjuangan merebut kemerdekaan merupakan usaha yang penuh pengorbanan. Keluarga, harta, nyawa menjadi taruhannya. Tugas kami melanjutkan perjuangan dengan terus belajar dan memberikan yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, dan negara.

Pukul 09.30 perjalanan kami berlanjut ke wisata alam. Kami bertujuan mengunjungi objek wisata Tanggkuban Perahu. Setelah hampir dua jam di perjalanan rombongan memutuskan untuk mengurungkan niat ke Tangkuban perahu. Kami terjebak macet yang berkepanjangan di Jalan Setia Budi Bandung. Mas Kholik dari pihak wilis travel sebagai pemandu wisata menyampaikan bahwa hari ini bertepatan hari kampanye pilkada Bandung Barat sehingga massa calon kepala daerah memadati jalan-jalan untuk berkampanye. Apabila perjalanan tetap dilanjutkan maka akan memakan waktu lama sehingga kunjungan ke objek wisata seni Sawung Mang Udjo tidak akan terpenuhi karena pihak Wilis Travel sudah memboking pertunjukkan seni angklung pada pukul 16.00. Pukul 11.30 dua bus rombongan kami memutar arah. Walau dengan perasaan setengah kecewa karena tidak dapat menikmati panorama alam di Tangkuban Perahu, kami berharap dapat mengunjunginya dilain waktu. Sebagai pengganti kekecewaan, Mas Kholik mengalihkan wisata alam ke wisata belanja. Wisata belanja diarahkan ke pasar Cihampelas yang berdekatan dengan citywalk mall.  Pasar Cihampelas merupakan ruko-ruko yang berderet disepanjang jalan Cihampelas. Ada juga   pedagang-pedagang  yang  membuka lapak di depan ruko dan pinggiran jalan. Yang unik dari  pasar Cihampelas ini banyaknya patung-patung raksasa super hero yang di pajang di atas ruko maupun di depan ruko seperti: Superman, Spiderman, Conan, Rambo, Batman, Dragon ball, dan lain-lain. Macam-macam dagangan tersedia di sini, cocok sebagai oleh-oleh untuk teman dan keluarga. kekecewaan tidak jadi ke Tangkuban Perahu terobati dengan berbelanja. Tak lupa kami juga masuk ke Citywalk mall. Sebenarnya tak banyak berbeda dari mall-mall yang ada, hanya saja yang mebedakan mall berlantai dua ini pada setiap jalan menuju kios-kios di dalam mall berbentuk seperti jalan-jalan gang. Hampir dua jam lebih kami menikmati suasana pasar dan mall yang teduh dan asri.

Pukul 15.00 kami menuju Sawung Angklung Mang Udjo di jalan Padasuka 118 Bandung. Sampai pukul 15.30 kami tepat berada di pelataran halaman Sawung. Beberapa bus wisatawan pengunjung dari berbagai daerah, kota dan mancanegara sudah berjejer untuk menonton pertunjukkan. Pengunjung sangat rami, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Sawung Mang Udjo berlahan luas sekitar dua hektar ini sangat asri. Tempat-tempat seperti rumah, musala, balai-balai, aula pertunjukkan, ruang bermain anak semuanya bermaterial bambu dan kayu. Tempat yang nyaman dan bersahabat. Kami terasa begitu dekat dengan alam. Saung Mang Udjo adalah salah satu tempat pertunjukan angklung dan beberapa budaya sunda yang ada di Kota Bandung. Didirikan oleh seorang budayawan yang bernama (alm) Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiyati pada tahun 1966. Pada waktu itu beliau memiliki cita-cita untuk menyebarluaskan pengetahuannya mengenai Angklung dan Budaya Sunda ke anak-anak daerah sekitar (Padasuka) yang pada akhirnya berkembang sampai sekarang menjadi tempat pertunjukkan pariwisata berkelas Internasional. Di Saung Mang Udjo, terdapat sanggar yang mengajarkan mengenai kebudayaan sunda itu sendiri, banyak anak-anak Bandung yang menjadi anggota sanggar tersebut untuk mempelajari kebudayaan sunda dan seni pertunjukan.

Saat kami datang banyak juga turis asing yang berkunjung untuk menonton pertunjukkan, diantaranya berasal dari Thailand, Jepang, Korea, Aljazair, Jerman, Belanda, dan Inggris. Mereka sangat terpukau dengan pertunjukkan yang ditampilkan. Kami pun sangat terhibur dan bangga terhadap pertunjukkan yang ditampilkan. Apalagi anak-anak balita murid sawung Mang Udjo ikut meramaikan pertunjukkan dengan memainkan tari-tarian dan musik angklung. Anak-anak yang lucu, menggemaskan, polos, dan penuh keceriaan sangat bangga dengan budayanya. Hal inilah yang harus kami bawa pulang bahwa mencintai budaya sendiri berarti mencintai Indonesia dan ikut melestarikan budaya agar tidak punah di tengah gempuran budaya barat. Pukul 18.20 kami meninggalkan  sawung angklung Mang Udjo. Banyak kesan yang kami dapat. Keramahan dan kepiawaian anak-anak bermain angklung dan seni tari di sawung Mang Udjo membuat kami rindu untuk kembali. Sampai pukul 18.45 kami tiba di rumah makan Parit 9 Seafood Bandung. Kegembiraan hari ini kami tutup dengan hidangan laut seperti: kepiting saus tiram, ikan Kwe panggang, udang goreng dan cah kangkung. Setelah itu, pukul 19.30 kami menuju hotel. Hujan rintik mengiringi perjalnan kami menuju hotel hotel untuk beristirahat. Pukul 20.15 kami telah berada di hotel untuk melepas lelah dan menanti esok pagi kembali.

Kamis, 16 Mei 2013 menjadi hari terakhir senior trip. Pukul 08.00 kami menuju Jakarta. Tujuan kami mengunjungi Universitas Siswa Bangsa Indonesia (USBI) untuk mengikuti workshop. Masing-masing anak di bagi kedalam dua kelompok workshop sesuai dengan peminatannya, yaitu: workshop Art dan business. Pukul 12.10 kami sampai di USBI Jakarta di seputaran tugu pancoran. Kami di sambut ramah dosen dan staff USBI. Kami di beri kesempatan melihat-lihat fungsi setiap ruangan. USBI merupakan kampus yang nyaman untuk menuntut ilmu. Tidak disangka, kegiatan workshop di USBI memakan waktu sampai tiga jam sehingga rencana awal wisata ke Monas atau Ancol harus dibatalkan dengan pertimbangan kemacetan kota Jakarta akan menyulitkan perjalanan ke Bandara Sukarno-Hatta. Akibat terburuk kami dapat ketinggalan pesawat menuju Palembang.

Pukul 16.00 dari USBI kami langsung menuju bandara Internasional Sukarno-Hatta Cingkareng. Perjalanan bertambah macet karena berbarengan pulang kantor warga ibu kota. Pukul 17.10 kami singgah di rumah makan Lembur Kuning Cingkareng untuk makan malam. Pukul 18.15 kami kembali melanjutkan perjalanan ke bandara. Pukul 19.10 kami sampai di Bandara. Mas Ardi dan Mas Kholik, pihak Wilis Travel membagikan tiket tujuan Palembang. Semua kru beserta pemandu dari Wilis Travel mengucapkan terima kasih dan maaf apabila ada kesalahan dan tidak memuaskan selama dalam perjalanan. Namun, bagi kami perjalanan senior trip kali ini merupakan perjalanan yang paling berkesan. Di tiket pesawat, kami berangkat pukul 20.30, tetapi kenyataannya kami berangkat pukul 21.20. Satu jam setengah kami menunggu di bandara dengan canda tawa. Tak tampak lelah kami menunggu kedatangan pesawat. Semua tampak senang dan gembira. Pukul 22.10 kami tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Bus dan mobil jemputan telah menunggu. Kami pulang ke rumah dengan membawa kenangan untuk kami bingkai di dalam hati. Semoga kelak kesuksesan kami dapati di masa datang dan kami kembali menikmati kota kembang yang berkembang harum serta Jakarta dalam genggaman.

Stop Menetaskan Generasi Busuk !

IMG_2247

Tiga tahun sekali pemerintah mengadakan UN tingkat SD hingga SMA/ sederajat dengan dana yang besar. Tidak tanggung-tangung, hajatan untuk tahun ini pemerintah menganggarkan dana triliunan rupiah. Biaya ini  digunakan untuk kertas ujian dan jawaban, mencetak soal, serta biaya pemantau dan pengawas yang dilakukan oleh sekitar satu juta pengawas dari sekolah  dan sekitar 55.000 pengawas dari perguruan tinggi dan organisasi profesi. Tahun lalu, Hajatan besar yang didanai dengan biaya tidak sedikit ini selalu dinodai dengan berita praktik-praktik kecurangan di media massa maupun elektronik. Praktik-praktik kecurangan terindikasi melibatkan guru, siswa bahkan kepala daerah. Sinyalemen ini menunjukan bahwa masih lemahnya  sistem pengawasan pada  pelaksanakan UN.

Beberapa elemen masyarakat seolah-olah menutup mata dengan kecurangan yang terjadi. Padahal, ini salah satu akar masalah boroknya moral generasi bangsa masa depan. UN merupakan mesin awal  pencetak calon-calon pejabat, politisi, pengusaha dan pelayan masyarakat di masa depan. Jika kecurangan UN terjadi, secara berkesinambungan pula kita melahirkan dan membesarkan generasi-generasi penerus bangsa yang kelak akan menggerogoti tubuh bangsa ini. Kita harus berpikir realistis dan visioner dalam menyikapi praktik kecurangan UN. Timbulkan pertanyaan di hati nurani, sadarkah kita hakikat tujuan pendidikan nasional yang seutuhnya? Lanjutkan membaca “Stop Menetaskan Generasi Busuk !”

Metode Debat Solusi Soal UN

DSCN6740

Pendahuluan

Ketika UN dijadikan alat penentu kelulusan siswa secara nasional dalam kondisi disparitas kualitas pendidikan yang masih menganga lebar adalah sebuah masalah bersama bagi guru. Disparitas kualitas masih ada, terjadi antara sekolah di daerah maju dan pinggiran, antara sekolah negeri dan swasta, antara sekolah di perkotaan dan daerah terpencil, serta antara sekolah yang maju dan terbelakang. Tentu saja hasil UN akan membawa dampak yang serius baik bagi siswa yang tidak lulus, guru maupun sekolah yang tingkat kelulusannya rendah. Pro dan Kontra tujuan Ujian Nasional selalalu menghiasi media cetak maupun elektronik ketika hasil UN dihiasi dengan kegagalan siswa. Perdebatan antara praktisi pendidikan pun tak ketinggalan membahas keberhasilan dan kegagalan ujian nasional. Guru sebagai ujung tombak pendidikan paling berperan dalam hal ini karena dianggap sebagai kunci keberhasilan dan kegagalan UN sehingga tidak jarang kecurangan UN terjadi karena belum siapnya sekolah menerima kegagalan secara lapang dada karena menyangkut nama baik sekolah jika ada siswa yang gagal dari sekolah tersebut. Permasalahan yang mendasar dalam ujian nasional adalah bagaimana siswa harus bisa melewati nilai standar yang ditetapkan oleh Depdiknas yang rencananya setiap tahun akan ditingkatkan (sekarang 5,50). Jadi proses penilaian yang dilakukan guru berdasarkan kurikulum  yang ada selama tiga tahun menempuh pendidikan tidak berpengaruh dalam penentuan kelulusan siswa. Tentu ini jadi usaha kita (guru) bersama untuk menekan angka kegagalan siswa sekecil mungkin sehingga ada solusi bersama untuk keluar dari kegagalan dalam menempuh UN. Lanjutkan membaca “Metode Debat Solusi Soal UN”

Memaknai Rintik

7Ketika air mengalir ada resah gelisah
Membasah bercampur risau
Ada lelah yg hilang dlm jernihnya
Lalu berubah hitam seperti malam resah

Ketika rintik datangkan badai
Kutemui kau saat terbuai
kucari dan kugapai pada bening sepi
yg kian berlarih mrnjauh

Pada suatu saat air ni tak mau mengalir
Namun, kita ingin seperti ini merindukan bunyi rintikny

Saat itulah kita temukan lagi, bahwa kisah tak berulang, disini..

PRAMESWARA

prameswaraSejarah masa lalu mungkin tidak berpihak kepada Prameswara ketika dia mengenang kembali kejayaan Sriwijaya. Runtuhnya Sriwijaya oleh Majapahit membuat Prameswara jatuh bangun untuk mengembalikan kejayaanya. Kerajaan Sriwijaya warisan keluarganya yang di bangun dengan keyakinan dan kekuatan akhirnya diserang dan dirampas Majapahit. Namun, bagi Prameswara, hangusnya Sriwijaya bukanlah akhir dari perjalanan hidupnya.

Sejak itu, Negeri Palembang tanah Sriwijaya dijajah oleh Majapahit. Prameswara putera Raja Sriwijaya  melarikan diri ke Temasik (Singapura). Temasik merupakan Kerajaan yang pernah di bawah kekuasaan Sriwijaya. Oleh karena itu, dia diterima dengan baik di Temasik. Walaupun saat itu, Temasik telah di bawah kekuasaan Siam. Perampasan secara paksa Sriwijaya oleh Majapahit menyebabkan Prameswara hidup dalam pelarian. Duka menyelimuti perjalanannya. Lanjutkan membaca “PRAMESWARA”