Tentang Suharno

IMG_2247
Suharno, anak kesembilan dari sepuluh bersaudara. Lahir di Palembang tepatnya 05 Desember 1980 dari pasangan Muhammad Agus dan Nunaidah. Sekarang tinggal di Perumdam II, Blok H, No. 2, RT/RW: 022/005, Kel. Sukajaya, Kec. Sukarami. Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. lalu, tumbuh dan berkembang di lingkungan perjudian, preman, narkoba tumbuh dalam pemikiran orang-orang pinggiran. Namun, dia mencoba untuk mendobrak dunia gelap yang ada pada lingkungannya. Orang yang paling berperan dalam hidupnya adalah Ibu. Ibu yang memberikan pendidikan agama dan budipekerti mampu membuatnya agar berpikir tentang masa depan. Ayahnya pergi untuk selamanya ketika usianya empat tahun, Ibulah menjadi kekuatan terbesar dalam semangatnya. Ibu selalu menanamkan betapa pentingnya pendidikan. Dia sangat menikmati masa kecilnya, walaupun saat itu harus berjualan pempek untuk menambah uang sekolah dan jajan. Dia menemukan cinta  sejatinya pada 4 Juni 2010 dengan seorang gadis bernama Putri Cicilia Kristina, gadis berdarah Sunda. Sekarang, Mereka dikaruniai empat orang anak.
Pada tahun 2001 dia diterima di PTN, Universitas SRIWIJAYA. Walau sempat menganggur dua tahun setelah SMA guna mencari bekal untuk kuliah. Disinilah dia mulai belajar berorganisasi, berinteraksi, dan bersosialisasi lebih baik. Perlahan dia mulai mengenal dunia baru “Bahasa dan Seni”. Mulai aktif dalam kepanitiaan dan mengenal teman-teman yang sangat inspiratif. Dia pernah mendapatkan penghargaan aktor terbaik nasional pilihan penonton pada Pekan Performing Art III tahun 2003 di Bali. Pernah menjadi pendidik di SMP Xaverius palembang (2006), SMP/SMA LTI IGM palembang (2007), SMA Saint John Chatolic BSD Tangerang (2010), SMA SMAN Sumsel (Sampoerna Academy) (2011), dan SMA Kusuma Bangsa Palembang (2013 s.d sekarang).

Tulisan Terakhir

Engkau telah “Wira Ananta Rudhiro”

Ombak laut menyambutmu kala itu gagah memakai brevet Hiu Kencana Datangmu memeluk laut erat sekuat batu Menjaga Samudera nusantara Ooo… jiwa-jiwa patriot sejati Perjuangan mu sungguh menyayat hati Engkau menyelam korbankan jiwa raga Demi ibu pertiwi tetap terjaga Engkau berlayar menelusuri relung-relung terdalam Berpeluh-peluh tanpa pamrih berserah diri Bersatu dengan Nanggala 402 sanubari bahari Hidupmu … Lanjutkan membaca Engkau telah “Wira Ananta Rudhiro”

Lari;Mengganti Paru-Paruku

Tahun 2004 saya divonis sakit paru-paru. Awalnya, saya tidak percaya penyakit ini ada di tubuh saya.  Dilihat dari silsilah keluarga ayah dan ibu tidak ada yang pernah menghidap penyakit ini. Saya pun bukan seorang perokok. Namun, sejak kecil saya memang terlahir sebagai anak yang mempunyai fisik yang tidak terlalu baik. Bila cuaca panas dan mengharuskan … Lanjutkan membaca Lari;Mengganti Paru-Paruku

Di Ujung Jalan Itu

selamat pagi Indonesia Di jalan merah berbatuan Aku temukan kerikil2 harapan landai nian, tanah, tepi, sungai Mendera menggapai tujuan Seperti roda berputaran Aku yang kini menggapaimu Tersungkur dalam pangkuanNya Bahwa benar janjiMu tiada terbaca Di ujung jalan itu…  

Kami Masih Melawan Asap

  Puisi oleh Suharno  Setiap hari kami mengutuki keadaan dan meratap. Pedih perih mata kami karena asap. Kering kerontang kerongkongan kami karena asap. Anak-anak tersekat dalam dinding rumah-rumah karena asap. Anak-anak sekolah belajar bersama udara menyengat. Para pekerja terpaksa menghirup asap supaya tetap dapur berasap. Udara-udara kami sekarang sudah mencekik leher. Merasuki kami dari bayi-bayi … Lanjutkan membaca Kami Masih Melawan Asap

More Posts